“DIMANA KITA saat Sujud di Awal Bulan Ramadhan?????

Perjumpaan kita dengan Romadhon adalah perjumpaan Ruhani. Bila Ruhani tak diusahakan jernih, maka perjumpaan itu hakikatnya tidak akan terjadi. Setidaknya tak bisa dirasai & dimaknai…

Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bercerita
Soal peristiwa dahsyat pada malam pertama Romadhon. Nyatanya, bila cuma diindera dengan mata dan telinga, ternyata tidak terjadi apa-apa.
Yang di Supermarket yaa… cuma melihat kornet, sayur, dan aneka kebutuhan rumah tangga. Yang di depan TV, yaa… hsnya melihat tayangan di TV. Yang terjebak macet di jalan, yaa…cuma melihat kendaraan berjejalan. Yang sibuk dengan dunianya, yaa…hanya melihat dunia yang mengasyikkan atau melelahkan.

Padahal di sebuah dimensi atau alam atau majaz yang hanya Alloh Yang Maha Tahu. Saat kumandang Adzan maghrib tanggal 1 Romadhon, peristiwa dahsyat dan akbar sedang digelar.

Amat disayangkan. Bila Ruhani gagal menyaksikan peristiwa itu.

Yang karena gagal menyaksikan dan merasakannya, di moment kesyahduan Adzan Maghrib malam pertama itu…
Tidak ada sujud panjang penanda syukur.
Tidak ada linang air mata haru dan bahagia.
Tidak ada khusyuk. Tidak ada celupan dalam hati yang beraduk aduk antara harapan dan kecemasan.

Padahal…
Bila usia ini berhasil disampaikan ke bulan Romadhan. Tak main-main…derajat diri ini dinaikkan. Dosa dibersihkan sebersih bersihnya. Yang sudah beberapa langkah ke Neraka, ditarik lagi ke dekat pintu Surga.

Padahal…
Malam pertama itu istimewa.
Kalau kita sungguh-sungguh dalam diam dan tafakkur, Ruh kita sangat bisa merasakannya. Merasakan apa yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam :
“Apabila datang awal malam dari bulan Romadhon, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan PENYERU menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Alloh memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.”
(HR. At-Tirmidzi)

Para penyeru dalam hadits tersebut adalah malaikat-malaikat Alloh Ta’ala dan mahluk-mahlukNya yang lain, di alam semesta ini…
Kita tak akan bisa mendengarnya lewat telinga.
Frekuensi seruan itu hanya ada pada saluran kolbu yang…siap, suci, dzikir, yakin dan bertafakkur. Di detik malam pertama.

Kosongkan urusan sejak ashar. Mandi dan berwudhu lah. Pakai pakain terbaikmu. Gelar sajadah bersama keluarga. Panjangkan dzikir disana. Tidak ada cara yang paling tepat. Untuk menemui bulan paling Mulia. Kecuali dengan cara yang juga mulia. Berdzikir…
Beristighfar… menyambut detik-detik adzan Maghrib tiba…

Saudaraku…
Mari kita perkokoh kembali bangunan ibadah kita.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa dan kesalahan kita dan menjadikan diri ini menjadi hamba-hamba yg pandai mensyukuri nikmat-Nya…🙏🙏🙏

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Disampaikan oleh Ustadz Kholili dalam salah satu WAG

Spread the love