BAHAYA CINTA DUNIA

Oleh : Sony Wibisono

اَسَّلامُ عَلَْيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكاتُهُ
Prolog
Ini bagi saya juga materi yang sangat berat, karena saya sendiri belum bisa mengamalkannya sampai sekarang. Tetapi paling tidak, untuk mengingat kan kepada diri sendiri tentang bahaya cinta dunia ini.

Definisi Dunia
Yang dimaksud “dunia”, disini adalah segala kemewahan hidup di alam dunia yang melebihi daripada keperluan atasnya, meliputi : Makanan minuman, pakaian, kendaraan, perumahan, perhiasan dan pernikahan yang mewah. Atau bisa disingkat “harta benda”

Allah SWT Berfirman:
وَفَرِحُواْ بِٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا مَتَٰعٞ…

Artinya : “…,Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat.” (QS. Ar Ra’d:26), dan masih banyak ayat-ayat yang serupa dengan ayat ini. (Takut kepanjangan kalau disebutkan semua).

Dan lebih jelas lagi, dalam surat At-Takatsur, Allah dengan gamblang mengingat kan kepada kita, untuk tidak bermegah-megahan dalam kehidupan dunia, mari kita simak salah satu ayat tersebut, berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, yang cukup mewakili untuk bahasan kita kali ini.

Ayat 1 أَلْهَـكُمُ التَّكَّاثُرُ : Bermegah-megahan telah melalaikan kalian,
Alloh mengingatkan kita supaya jangan terlena dengan kehidupan dunia dan kemewahannya. Rasulullah SAW bersabda, «لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادٍ مِنْ ذَهَب» jika anak adam memiliki satu lembah emas, maka dia akan menginginkan lembah yang lain. (tidak pernah puas), hadits lain Riwayat Ahmad, Rasulullah bersabda,

يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي مَالِي، وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَـيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟»

Artinya: Berkata bani Adam, “hartaku, hartaku, padahal dia hanya mendapatkan manfaat kepada apa-apa yang di makan dan yang dihabiskan, atau yang dikenakan, atau yang di sedekahkan”. (HR Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i)

Dalam hadits yang lain ,
“Telah menceritakan kepada kami [‘Abdullah bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] telah menceritakan kepada saya [Yazid bin Abu Habib] dari [Abu Al Khair] dari [‘Uqbah bin ‘Amir] bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam pada suatu hari keluar untuk menyolatkan syuhada’ perang Uhud sebagaimana shalat untuk mayit. Kemudian Beliau pergi menuju mimbar lalu bersabda: “Sungguh aku ini yang terdepan dari kalian dan aku menjadi saksi atas kalian. Dan aku, demi Allah, sekarang sedang melihat telagaku (yang di surga) dan aku telah diberikan kunci-kunci kekayaan bumi atau kunci-kunci bumi (dunia). Demi Allah, sungguh aku tidak khawatir kepada kalian bahwa kalian akan menyekutukan (Allah) kembali sepeninggal aku. Namun yang aku khawatirkan terhadap kalian adalah kalian akan memperebutkan (kekayaan) duniawi ini”. (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa cinta dunia adalah pangkal semua masalah. Seorang yang yang berilmu, bila penyakit ini telah menghinggapi dirinya, jadilah dia seorang ulama suu’ yang sesat dan menyesatkan.
Naudzubillahi min dzalik.

Ada beberapa poin tentang bahaya cinta dunia ini, sebagai berikut:
1) Cinta dunia itu menggelapkan hati, akan tampak samar kebenaran itu kalau kita dihadapkan kepada kecintaan kepada dunia
2)Mudah memakan harta-harta subhat dan harom
3)Mudah melakukan kemaksiatan karena terlanjur terbiasa dengan kelezatan dunia
4)Susah untuk mengingat kematian, apalagi akhirat
5)Cinta dunia itu menimbulkan kedengkian di antara sesama saudara muslim, bahkan saudara kandungpun akan rusak karena perkara ini
6)Tidak akan bersatu dua cinta dalam hati manusia, yakni cinta dunia dan cinta akhirat, sehingga seseorang akan susah menjalankan perintah Alloh kalau dalam hatinya ada cinta dunia
7)Ketika sakaratul maut mengalami kehausan yang sangat, sehingga air sebanyak di lautan pun tidak akan menghilang kan dahaganya
8)Pasangan cinta dunia adalah takut mati (Wahn), sudah jelas bahwa kalau seseorang mencintai dunia ini, maka akan berat di saat kematiannya, karena bekal akhirat yang kurang.

Agar kita terhindar dari penyakit cinta dunia ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya adalah :
1)Sering mengingat maut (kematian)
2)Selalu menjaga rasa Syukur dan Qona’ah (merasa cukup) kepada Alloh dengan cara hidup sederhana (zuhud)
3)Melihat kondisi orang-orang yang lebih lemah dari kita, dan banyak bersedekah kepada mereka
4)Membaca berita-berita akhirat yang asalnya dari Al Qur’an dan hadits Nabi SAW
5)Mengetahui fadilah/keutamaan setiap amal agama sehingga kita cinta untuk mengamalkan agama walaupun sedikit, misalnya, fadilah dzikir : “Barangsiapa berdzikir subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha ilalloh, allahu akbar, maka Alloh akan menanam satu pohon di syurga yang luas naungannya tidak cukup dikelilingi oleh kuda tercepat selama 100 tahun”. (Al Hadits)
6)Hadir di majelis taklim dan majelis dzikrullah, karena dalam majelis seperti ini hadir suasana malaikat
7)Kita tanamkan dalam diri kita, bahwasannya kenikmatan dunia dibanding dengan kenikmatan akhirat sangatlah sedikit, ibarat setitik air dibandingkan lautan yang luas. Setitik air itulah dunia, sedangkan lautan itulah kenikmatan akhirat. Misalnya, “Selendang bidadari apabila diturunkan ke dunia saat ini, maka seluruh dunia akan berperang untuk memperebutkannya.”, “Keringat bidadari apabila jatuh ke lautan, maka seketika lautan akan menjadi manis”,”Senyumnya seorang ahli syurga, akan memadamkan cahaya matahari yang ada di dunia ini”, dan seterusnya
8) Bergaul dengan orang sholeh, Sahabat terbaik, kata Rasulullah SAW_ adalah, yang jika kamu melihat wajahnya, kamu teringat Alloh, bila kamu lihat perbuatannya, kamu tertarik ke alam akhirat dan jika kamu dengar perkataannya, ilmu mu akan bertambah.
9) Bekerja dengan niat untuk memudahkan ibadah dan memenuhi nafkah yang halal, bukan untuk menumpuk harta kekayaan, maka bekerja yang seperti ini bernilai ibadah, bukan dunia

Penutup
Singkatnya, agar hati kita terhindar dari cinta dunia adalah dengan
a) mengingat kebesaran Akhirat, besarnya pahala setiap amal agama dan tentunya kebesaran Alloh di atas semua makhluknya.
b) dakwahkan pentingnya amal agama, dakwahkan kebesaran Alloh dan kenikmatan akhirat yang selama-lamanya.
c) berdo’a kepada Alloh, agar di cabut kecintaan dunia dari hati kita.
d) Menggunakan harta kita untuk 4 perkara : 1) Dakwah, 2) Ibadah, 3) Hadiah (infaq/sedekah), dan 4) Keperluan, jika tidak, maka kita akan dibikin miskin oleh 5 perkara, yakni : makan minum yang mewah, pakaian mewah, kendaraan mewah, perhiadan mewah dan pernikahan yang mewah

Ada pepatah mengatakan,

Barangsiapa mengejar dunia,
dia tidak akan mendapatkannya,
Kalaupun mendapatkannya pasti tak banyak,
Kalaupun banyak pasti tak puas,
Kalaupun puas pasti tak lama…

Barangsiapa mengejar akhirat,
Pasti dia akan mendapatkannya,
Sudah mendapatkannya,
akan merasa puas lagi…
Sudah merasa puas, lama lagi..
Abadan abadan, selama-lamanya

Demikian yang bisa saya sampaikan, ada baik dan benarnya dari Alloh SWT, ada kekurangan dan kesalahannya dari hawa nafsu saya, mohon di ikhlaskan,
Wal ‘afwu minkum
وَسَلامُ عَليْكُمْ
Jakarta, 11 Ramadhan 1442H

Spread the love